Selasa, 19 November 2013

TEORI - TEORI DAN MODEL KEPERAWATAN


Perawatan Untuk Sesama Manusia
            Bagi kebanyakan perawat dan mahasiswa keperawatan, istilah teori dan model  sering mengarah kepada buku yang berisi akan tulisan-tulisan yang abstrak.  Beberapa orang bertanya "Mengapa hal ini penting? Jawaban yang sederhana adalah dengan memiliki pemahaman akan teori-teori keperawatan atau model keperawatan akan membantu seseorang perawat menjadi perawat yang lebih baik dan dapat memberikan perawatan yang lebih baik kepada sesama manusia.
Perbedaan Antara Teori Dan Model
Apakah teori  itu?
Meskipun teori dan model berbeda, namun dalam keperawatan keduanya sering digunakan secara bergantian. Sebenarnya , teori mengacu pada pernyataan spekulatif yang melibatkan beberapa unsur realitas yang belum terbukti . Misalnya, teori relativitas tidak pernah terbukti , meskipun hasilnya telah sering diamati . Profesi keperawatan cenderung menggunakan teori  ketika mencoba untuk menjelaskan hubungan nyata antara perilaku dan pengaruhnya terhadap kesehatan klien . Dalam konteks keperawatan, tujuan teori adalah untuk menggambarkan dan menjelaskan tindakan keperawatan tertentu dengan membuat hipotesis atau memprediksi efeknya pada hasil klien, seperti peningkatan kesehatan atau pemulihan dari penyakit .
Dalam beberapa tahun terakhir, keperawatan telah bergerak ke arah penggunaan hasil penelitian dalam mengatur tindakan praktek keperawatan. Pendekatan ini , disebut praktik berbasis bukti (evidence-based practice), merupakan elemen penting dalam meningkatkan tindakan keperawatan dan membuktikan bahwa profesi keperawatan telah berkembang pada masa ini berdasarkan teori-teori keperawatan yang ada.
  Apakah Model itu ?
Sebuah model adalah representasi dari hipotetis akan sesuatu yang nyata. Tujuan dari Model adalah upaya untuk menjelaskan suatu hal nyata yang kompleks dalam sistematis dan terorganisasi . Sebagai contoh, bagan organisasi rumah sakit merupakan model untuk menunjukkan keterkaitan dari berbagai tingkat kompetensi di rumah sakit. Salah satu cara di mana profesi keperawatan mengidentifikasi apa yang perawat lakukan adalah dengan melihat kompetensi . Dikeperawatan , kata " kompetensi " sering didefinisikan sebagai kombinasi keterampilan, pengetahuan , sikap , nilai-nilai , dan kemampuan yang mendukung keselamatan  dan praktek efektif  seorang perawat . Perawat mempraktekan keperawatan yang kompeten apabila ia telah menguasai berbagai keterampilan dan proses pengambilan keputusan ditunjukkan dalam perawatan klien . Semua organisasi keperawatan utama  memiliki daftar perkembangan tentang kompetensi perawat .
Kopetensi dasar yang harus dimiliki perawat, yaitu:
1. Perencanaan perawatan pasien sesuai dengan kebutuhan individu.
2. Mendukung strategi penanganan pasien.
3. Kritis mengevaluasi filosofi sendiri dalam keperawatan.
4. Memodifikasi rencana perawatan sesuai dengan kebutuhan individu.
5. Memanfaatkan hasil penelitian keperawatan dalam hubungan dengan pasien.
6. Mengembangkan budaya perawatan unit sendiri.
7. Pengambilan keputusan oleh nilai-nilai etika.
Konsep Kunci Bagi Model Keperawatan
Meskipun model-model keperawatan bervariasi dalam pendekatan terminologi dan perawatan kesehatan, ada empat konsep yang umum diantaranya, yaitu: klien atau pasien (individu atau kolektif), kesehatan, lingkungan, dan keperawatan. setiap  model keperawatan memiliki definisi sendiri yang spesifik namun pada dasarnya memiliki tujuan yang sama.
Klien
Konsep klien (atau pasien) adalah pusat dari seluruh model keperawatan, karena itu klien merupakan hal yang utama dalam asuhan keperawatan. Meskipun istilah klien biasanya digunakan untuk merujuk kepada satu individu, bisa juga mengacu pada kelompok-kelompok kecil atau untuk kolektif besar individu (bagi keperawatan komunitas, masyarakat adalah klien).
·         Hubungan Kompleks. Konsep klien telah berubah selama bertahun-tahun sebagai pengetahuan dan pemahaman akan sifat manusia yang telah berkembang dan meningkat. Seorang klien lebih dari sekedar seseorang yang hanya membutuhkan perawatan sederhana dan datang ke fasilitas kesehatan dengan penyakit yang akan disembuhkan. Klien sekarang dilihat sebagai entitas yang kompleks dengan, yaitu pikiran dan tubuh, individu dan lingkungan, dan seseorang dan seseorang dari keluarga. Ketika perawat berbicara tentang klien, istilah biopsikososial sering digunakan untuk mengekspresikan hubungan kompleks antara tubuh, pikiran, dan lingkungan.
·         Model Dengan Klien Sehat. Seorang klien, dalam banyak model keperawatan, tidak harus memiliki penyakit untuk menjadi pusat dari model (ini menjelaskan preferensi saat menggunakan istilah klien atas pasien). Ini juga salah satu perbedaan yang paling jelas antara model medis dan model keperawatan. Model medis cenderung membatasi dan hampir secara eksklusif ditujukan untuk menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan. Model keperawatan cenderung holistik, merawat dengan menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan klien, tetapi juga fokus pada pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan. Orang yang sehat adalah sama pentingnya untuk banyak model keperawatan sebagai orang dengan penyakit.

Kesehatan
Seperti konsep klien, konsep kesehatan telah mengalami banyak perkembangan dan perubahan selama bertahun-tahun sebagai pengetahuan yang telah meningkat. Kesehatan awalnya dianggap sebagai tidak adanya penyakit. Sebuah pandangan yang realistis lebih saat ini adalah bahwa kesehatan sebagai sebuah kontinum, mulai dari keadaan benar-benar sehat, di mana tidak ada penyakit, ke keadaan yang tidak sehat, yang menyebabkan kematian. Pada waktu tertentu, semua orang akan yang berada di suatu tempat dan akan bergerak mendekat ke satu sisi atau yang lain bergantung pada keadaan dan status kesehatan. Sehatan sulit untuk definisikan karena sangat bervariasi dari satu orang ke orang lain. Sebagai contoh, binaragawan 22 tahun yang tidak memiliki penyakit kronis merasakan sehat secara berbeda daripada orang yang berusia 85 tahun yang memiliki diabetes, gagal jantung kongestif, dan masalah penglihatan. Persepsi kesehatan juga bervariasi dari satu budaya ke budaya yang lain. 
Lingkungan
Konsep lingkungan adalah elemen lain dalam model keperawatan terbaru . Model keperawatan sering memperluas konsep lingkungan dari lingkungan simplephysical untuk memasukkan unsur-unsur seperti kondisi hidup , sanitasi masyarakat, dan kualitas udara dan air . Faktor-faktor seperti hubungan interpersonal dan interaksi sosial juga disertakan . Beberapa faktor lingkungan internal yang mempengaruhi kesehatan mencakup proses psikologis pribadi , keyakinan agama, orientasi seksual, kepribadian, dan tanggapan emosional. Telah lama diketahui bahwa individu sangat termotifasi dengan sendirinya dan ingin mencapai tujuannya (yaitu , kepribadian tipe A ) cenderung mengembangkan pendapat bahwa memiliki luka dan memiliki penyakit jantung diposisikan pada tingkat yang lebih tinggi dalam masyarakat. Dalam model medis, yang berorientasi pada penyakit mengakui faktor ini, dianggap sebagai sesuatu yang susah untuk dapat disembuhkan. Model keperawatan yang menganggap kepribadian sebagai salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan lebih mungkin untuk mencoba untuk memodifikasi perilaku individu ( lingkungan internal ) untuk mengurangi risiko penyakit . Seperti konsep-konsep kunci lain yang ditemukan di model keperawatan , konsep lingkungan digunakan sehingga konsisten dalam konteks keseluruhan model tertentu . Model keperawatan mencoba untuk menunjukkan bagaimana berbagai aspek lingkungan saling berhubungan dan bagaimana mereka mempengaruhi status kesehatan klien . Selain itu, model keperawatan memperlakukan lingkungan sebagai elemen aktif dalam sistem perawatan kesehatan secara keseluruhan dan menegaskan bahwa perubahan positif dalam lingkungan akan meningkatkan status kesehatan klien .
Perawatan
Konsep Keperawatan berpuncak pada semua jenis model keperawatan yang merupakan perawatan  itu sendiri. Setelah mempertimbangkan apa artinya menjadi klien, apa artinya menjadi sehat, dan bagaimana lingkungan mempengaruhi status kesehatan klien baik secara positif maupun negatif, konsep keperawatan menggambarkan fungsi dan peran perawat memiliki hubungan dengan klien. Secara historis, profesi keperawatan telah tertarik dalam memberikan perawatan fisik dasar (yaitu, kebersihan, aktivitas, dan makanan), dukungan psikologis, dan menyembuhkan ketidaknyamanan pada klien. Keperawatan modern, meskipun masih termasuk elemen-elemen dasar perawatan klien, telah diperluas ke bidang perawatan kesehatan yang menggambarkan akan generasi perawatan yang lama.

Klien sebagai Mitra
Dalam hubungan perawat-klien modern, klien tidak lagi sebagai penerima pasif atas asuhan keperawatan. Hubungan ini telah diperluas untuk mencakup klien sebagai mitra kunci dalam menyembuhkan dan dalam proses pemeliharaan kesehatan. Dalam hubungannya dengan perawat, klien menetapkan tujuan untuk perawatan dan pemulihan, mengambil bagian aktif dalam mencapai tujuan tersebut, dan membantu dalam mengevaluasi apakah atau tidak tindakan tersebut telah mencapai tujuan tindakan keperawatan. Karena pemahaman yang telah luas akan lingkungan, beberapa model keperawatan meliputi memanipulasi elemen lingkungan sehingga dapat mempengaruhi kesehatan sebagai bagian penting dari peran perawat. Lingkungan dapat diubah oleh perawat dengan sedikit atau tanpa masukan dari klien, atau klien dapat diajarkan oleh perawat untuk mengubah lingkungan dengan cara yang memberikan kontribusi untuk menyembuhkan penyakit, meningkatkan kenyamanan, atau meningkatkan status kesehatan klien.

Empat Konsep Kunci
Untuk menganalisis dan memahami setiap model keperawatan, penting untuk mengenal akan keempat konsep kunci: Klien, Kesehatan, Lingkungan, Dan Perawatan. Konsep-konsep ini harus didefinisikan secara jelas, saling berkaitan erat, dan saling mendukung. Tergantung pada model keperawatan tertentu, satu elemen dapat ditekankan lebih daripada yang lain. Peran hasil dan fungsi perawatan bergantung pada unsur mana yang diberikan penekanan yang lebih besar.

Referensi: 
-       Joseph T. Catalano.(2009). Nursing Now! Today’s Issues, Tomorrow’s Trends. Ed-5th. Philadelphia. F.A. Davis Company.
-       Rebecca A. Patronis Jones.(2007). Nursing Leadership and Management, Theories, Processes and Practice. Philadelphia. F.A. Davis Company.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar